Sunday, 8 May 2011

Israk dan Mikraj

"....Pada masa itulah Isra' dan Mi'raj terjadi. Malam itu  Muhammad
sedang  berada  di  rumah saudara sepupunya, Hindun puteri Abu
Talib yang mendapat  nama  panggilan  Umm  Hani'.  Ketika  itu
Hindun mengatakan:
 
"Malam  itu  Rasulullah  bermalam di rumah saya. Selesai solat
akhir malam, ia tidur dan kami pun tidur.  Pada  waktu  sebelum
fajar  Rasulullah  sudah  membangunkan kami. Sesudah melakukan
ibadat pagi bersama-sama kami, ia berkata:  'Umm  Hani',  saya
sudah  solat  akhir  malam  bersama kamu semua seperti yang
kaulihat  di  lembah  ini.  Kemudian  saya  ke   Bait'l-Maqdis
(jerusalem)   dan   bersembahyang   di   sana.  Sekarang  saya
sembahyang siang bersama-sama kamu seperti kaulihat."
 
Kataku: "Rasulullah, janganlah menceritakan ini  kepada  orang
lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!"
 
"Tapi harus saya ceritakan kepada mereka," jawabnya.
 
Orang   yang  mengatakan,  bahwa  Isra'  dan  Mi'raj  Muhammad
'alaihissalam dengan roh itu berpegang kepada  keterangan  Umm
Hani'  ini, dan juga kepada yang pernah dikatakan oleh Aisyah:
"Jasad Rasulullah s.a.w. tidak hilang, tetapi Allah menjadikan
isra'8  itu dengan rohnya." Juga Mu'awiya b. Abi Sufyan ketika
ditanya tentang isra' Rasul menyatakan: Itu adalah mimpi  yang
benar  dari Tuhan. Di samping semua itu orang berpegang kepada
firman Tuhan: "Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu
adalah sebagai ujian bagi manusia." (Qur'an, 17:60)
 
Sebaliknya  orang  yang berpendapat, bahwa isra' dari Mekah ke
Bait'l-Maqdis itu dengan jasad,  landasannya  ialah  apa  yang
pernah  dikatakan  oleh  Muhammad,  bahwa  dalam  isra' itu ia
berada di pedalaman, seperti yang  akan  disebutkan  ceritanya
nanti.  Sedang  mi'raj  ke langit adalah dengan roh. Disamping
mereka itu ada  lagi  pendapat  bahwa  isra'  dan  mi'raj  itu
keduanya dengan jasad. Polemik sekitar perbezaan pendapat ini
di kalangan ahli-ahli iImu kalam banyak sekali dan ribuan pula
tulisan-tulisan  sudah  dikemukakan  orang. Sekitar erti isra'
ini kami sendiri sudah  mempunyai  pendapat  yang  ingin  kami
kemukakan juga. Kita belum mengetahui, sudah adakah orang yang
mengemukakannya sebelum  kita,  atau  belum.  Tetapi,  sebelum
pendapat  ini kita kemukakan - dan supaya dapat kita kemukakan
- perlu sekali kita menyampaikan kisah isra,  dan  mi'raj  ini
seperti yang terdapat dalam buku-buku sejarah hidup Nabi.
 
Dengan  indah  sekali  Dermenghem  melukiskan  kisah  ini yang
disarikannya dari  pelbagai  buku  sejarah  hidup  Nabi,  yang
terjemahannya sebagai berikut:
 
"Pada  tengah  malam  yang  sunyi  dan  hening,  burung-burung
malampun diam membisu, binatang-binatang  buas  sudah  berdiam
diri,  gemercik  air dan siulan angin juga sudah tak terdengar
lagi,  ketika  itu  Muhammad   terbangun   oleh   suara   yang
memanggilnya:  "Hai  orang  yang sedang tidur, bangunlah!" Dan
bila ia bangun, dihadapannya  sudah  berdiri  Malaikat  Jibril
dengan  wajah yang putih berseri dan berkilauan seperti salju,
melepaskan rambutnya yang pirang  terurai,  dengan  mengenakan
pakaian  berumbaikan  mutiara dan emas. Dan dari sekelilingnya
sayap-sayap  yang  beraneka  warna   bergeleparan.   Tangannya
memegang  seekor  hewan  yang ajaib, yaitu buraq yang bersayap
seperti sayap garuda. Haiwan itu membongkok di  hadapan  Rasul,
dan Rasulpun naik.
"Maka  meluncurlah  buraq  itu seperti anak panah membubung di
atas pegunungan Mekah, di atas pasir-pasir sahara menuju  arah
ke utara. Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. Lalu
berhenti di gunung Sinai  di  tempat  Tuhan  berbicara  dengan
Musa.   Kemudian   berhenti   lagi  di  Bethlehem  tempat  Isa
dilahirkan. Sesudah itu kemudian meluncur di udara.
 
"Sementara itu ada suara-suara misterius mencoba  menghentikan
Nabi,  orang  yang  begitu  ikhlas  menjalankan risalahnya. Ia
melihat, bahwa hanya Tuhanlah yang  dapat  menghentikan  hewan
itu di mana saja dikehendakiNya.
 
"Seterusnya   mereka   sampai   ke   Bait'l-Maqdis.   Muhammad
mengikatkan  hewan  kendaraannya  itu.  Di  puing-puing   kuil
Sulaiman  ia bersembahyang bersama-sama Ibrahim, Musa dan Isa.
Kemudian dibawakan tangga, yang lalu dipancangkan diatas  batu
Ya'qub. Dengan tangga itu Muhammad cepat-cepat naik ke langit.
 
"Langit    pertama    terbuat    dari   perak   murni   dengan
bintang-bintang yang digantungkan dengan  rantai-rantai  emas.
Tiap  langit  itu  dijaga  oleh  malaikat,  supaya  jangan ada
setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan
mendengarkan rahasia-rahasia langit. Di langit inilah Muhammad
memberi hormat kepada Adam. Di tempat ini pula  semua  makhluk
memuja   dan  memuji  Tuhan.  Pada  keenam  langit  berikutnya
Muhammad bertemu  dengan  Nuh,  Harun,  Musa,  Ibrahim,  Daud,
Sulaiman,  Idris, Yahya dan Isa. Juga di tempat itu ia melihat
Malaikat maut Izrail, yang karena besarnya jarak antara  kedua
matanya  adalah  sejauh tujuh ribu hari perjalanan. Dan karena
kekuasaanNya, maka yang berada  di  bawah  perintahnya  adalah
seratus  ribu  kelompok.  Ia  sedang mencatat nama-nama mereka
yang lahir dan mereka yang mati, dalam sebuah buku  besar.  Ia
melihat  juga Malaikat Airmata, yang menangis karena dosa-dosa
orang, Malaikat Dendam yang berwajah  tembaga  yang  menguasai
anasir api dan sedang duduk di atas singgasana dari nyala api.
Dan dilihatnya juga ada malaikat yang besar luar biasa, separo
dari   api  dan  separo  lagi  dari  salju,  dikelilingi  oleh
malaikat-malaikat yang merupakan kelompok yang tiada  hentinya
menyebut-nyebut  nama  Tuhan: O Tuhan, Engkau telah menyatukan
salju dengan api, telah menyatukan semua hambaMu setia menurut
ketentuan Mu.
 
"Langit  ketujuh  adalah  tempat orang-orang yang adil, dengan
malaikat  yang  lebih  besar  dari  bumi  ini  seluruhnya.  Ia
mempunyai  tujuhpuluh ribu kepala, tiap kepala tujuhpuluh ribu
mulut, tiap mulut tujuhpuluh  ribu  lidah,  tiap  lidah  dapat
berbicara  dalam  tujuh  puluh ribu bahasa, tiap bahasa dengan
tujuhpuluh ribu dialek. Semua  itu  memuja  dan  memuji  serta
mengkuduskan Tuhan.
 
"Sementara  ia  sedang  merenungkan makhluk-makhluk ajaib itu,
tiba-tiba ia membubung lagi sampai  di  Sidrat'l-Muntaha  yang
terletak  di  sebelah  kanan  'Arsy, menaungi berjuta-juta ruh
malaikat. Sesudah melangkah, tidak sampai sekejap  matapun  ia
sudah   menyeberangi   lautan-lautan   yang  begitu  luas  dan
daerah-daerah cahaya yang terang-benderang, lalu  bagian  yang
gelap  gulita disertai berjuta juta tabir kegelapan, api, air,
udara dan angkasa. Tiap macam dipisahkan oleh jarak 500  tahun
perjalanan.  Ia melintasi tabir-tabir keindahan, kesempurnaan,
rahasia,  keagungan  dan  kesatuan.   Dibalik   itu   terdapat
tujuhpuluh ribu kelompok malaikat yang bersujud tidak bergerak
dan tidak pula diperkenankan meninggalkan tempat.
 
"Kemudian terasa lagi ia membubung ke atas ke tempat Yang Maha
Tinggi. Terpesona sekali ia. Tiba-tiba bumi dan langit menjadi
satu, hampir-hampir tak dapat lagi ia melihatnya,  seolah-olah
sudah   hilang   tertelan.   Keduanya   tampak  hanya  sebesar
biji-bijian di tengah-tengah ladang yang membentang luas.
 
"Begitu seharusnya manusia itu, di hadapan Raja semesta alam.
 
"Kemudian lagi ia sudah berada di hadapan 'Arsy,  sudah  dekat
sekali.  Ia  sudah dapat melihat Tuhan dengan persepsinya, dan
melihat segalanya yang tidak dapat dilukiskan dengan lidah, di
luar  jangkauan  otak  manusia  akan  dapat menangkapnya. Maha
Agung Tuhan mengulurkan sebelah tanganNya di dada Muhammad dan
yang  sebelah  lagi  di  bahunya.  Ketika  itu  Nabi merasakan
kesejukan di tulang punggungnya. Kemudian rasa tenang,  damai,
lalu fana ke dalam Diri Tuhan yang terasa membawa kenikmatan.
 
"Sesudah  berbicara... Tuhan memerintahkan hambaNya itu supaya
setiap Muslim setiap hari sembahyang  limapuluh  kali.  Begitu
Muhammad  kembali  turun  dari langit, ia bertemu dengan Musa.
Musa berkata kepadanya:
 
"Bagaimana   kauharapkan   pengikut-pengikutmu   akan    dapat
melakukan  salat  limapuluh kali tiap hari? Sebelum engkau aku
sudah punya pengalaman, sudah kucoba terhadap anak-anak Israil
sejauh  yang  dapat  kulakukan.  Percayalah dan kembali kepada
Tuhan, minta supaya dikurangi jumlah sembahyang itu.
 
"Muhammadpun kembali. Jumlah sembahyang  juga  lalu  dikurangi
menjadi  empatpuluh.  Tetapi Musa menganggap itu masih di luar
kemampuan  orang.  Disuruhnya  lagi  Nabi   penggantinya   itu
berkali-kali  kembali  kepada  Tuhan  sehingga berakhir dengan
ketentuan yang lima kali.
 
"Sekarang Jibril membawa Nabi  mengunjungi  surga  yang  sudah
disediakan  sesudah  hari  kebangkitan, bagi mereka yang teguh
iman. Kemudian Muhammad kembali dengan  tangga  itu  ke  bumi.
Buraqpun dilepaskan. Lalu ia kembali dari Bait'l-Maqdis ke
Mekah naik hewan bersayap."
 
*moral=kita seharusnye bersyukur,Rasulullah bersusah payah
meminta kpd Allah supaya mengurangkan bilangan solat.
dri 50 kpd 5 kali sehari.

*note=pendapat jumrah mengatakan roh n jasad Nabi kedua2nye digunakan..
      so bnyk pendapat

MukaDDimaH...@_@


 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani; selawat dan salam buat junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W.Syukur Alhamdulillah kepada kehadrat Ilahi yang telah mengurniakan nikmat kesihatan yang baik pada hari ini.Tidak lupa juga kepada kakak sedaraku (nur jalilah bt yaacob).yang sudi mengajar saya mmbuat blog..mcm best plak..hehe..syukran jazilan ye kak ela tlh mmbuatkn qila terjerumus dlm dunia blog..muahhh..
blog ini dicipta pada pukul 3:00 am dan berakhir pada pukul 4:00 am...so pada esok paginye..masing2 muke cam steam je..mne x nye mngntuk kot..tujuan wat blog ni juz nak share someting..saling ingat mengigati itu adalah tanggungjawab sesame muslim..x gitu..=)..tidak lupe juga kepada member yg mmberi support dan time kaccey juge yg mmbace blog ana yg x seberape ni..
sat nnti ana kongsi cerita israk mikraj...best tau..indah cite tu..=)